Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Aceh Mulai Beradaptasi dengan Artificial Intelligence?

HAI sobat media. Saat ini kita hidup di era 4.0 atau era revolusi digital yang mana kita hidup berdampingan dengan sistem teknologi yang sangat...

― Advertisement ―

spot_img
BerandaPendapatAceh Mulai Beradaptasi dengan Artificial Intelligence?

Aceh Mulai Beradaptasi dengan Artificial Intelligence?

HAI sobat media. Saat ini kita hidup di era 4.0 atau era revolusi digital yang mana kita hidup berdampingan dengan sistem teknologi yang sangat modern. Kegiatan sehari hari manusia saat ini tidak akan pernah lepas dengan yang namanya gadget, laptop dan lain sebagainya.Termasuk kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan secara online atau otomatis.
Perkembangan ekonomi dunia dan kemajuan peradaban manusia saat ini di berbagai bidang termasuk bidang ekonomi telah merambah wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia melalui teknologi digital terbarukan atau teknologi era industri 4.0 berbasis cyber-fisik.

Jika kita lihat kilas balik kegiatan ekonomi digital ini bermula ketika pada masa kelam nya Indonesia yakni bencana covid -19 yang mengakibatkan masyarakat Indonesia. Bahkan dunia tidak dapat berinteraksi langsung di luar rumah, dan tidak dapat melakukan kegiatan sehari hari sebagaimana mestinya yang biasa dilakukan. Dengan keadaan mendesak tersebut membuat masyarakat harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Dengan keadaan itu pula tercipta lah sistem ekonomi digital.

Ekonomi digital merupakan seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan menggunakan bantuan internet dan kecerdasan buatan atau yang biasa disebut AI (artificial intelligence).
Hal ini membuat perubahan dalam kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia bahkan dunia, dari yang mulanya masyarakat terbiasa dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan secara manual.

Namun dengan adanya sistem ini dan keadaan yang memaksa, masyarakat harus beradaptasi dan melakukan kegiatan ekonomi secara otomatis. Semenjak dari masa covid -19 dan sampai saat ini paska bencana tersebut terjadi masyarakat masih terbiasa dengan adanya kegiatan ekonomi digital ini. Dan dapat kita ketahui ekonomi digital ini adalah sebuah bentuk kemajuan yang pastinya membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Di masa pandemi covid -19, penggunaan sistem pembayaran non tunai di Indonesia mengalami peningkatan, terlihat dari pertumbuhan uang kartal yang menurun. Hal ini menujukan bahwa masyarakat telah lebih banyak menggunakan alat transaksi nontunai dalam kegiatan ekonomi khususnya Aceh.Di Aceh, penggunaan uang elektronik (EU) juga mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah dominal transaksi maupun jumlah merchant yang melayani pembayaran berbasis EU.

Data bank Indonesia pada triwulan IV 2021, transaksi EU secara nominal tercata sebesar Rp688,94 miliar atau naik sebesar 14,48 persen (qtq) dan 152,98 persen (yoy). Dari sisi volume, transaksi EU juga terakselerasi sebesar 13, 14 persen (qtq) dan 109, 48 persen (yoy) atau mencapai 5, 45 juta transaksi selama triwulan IV 2021.

Keadaan seperti ini membuktikan bahwa preferensi masyarakat aceh pada penggunaan e-money atau uang eletronik yang sudah mengalami peningkatan. Hal ini seharusnya bisa menjadi peluang bagi usaha usaha yang ada di aceh. Dan hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan bagi UMKM yang ada di aceh untuk dapat beradaptasi pada inovasi transaksi non tunai tersebut.

Ada dua hal yang menonjol sebelum perubahan ekonomi digital, yaitu peluang dan tantangan. Jika dilihat dari sisi peluang, pelaku UMKM di aceh harus merangkul era digital untuk memperluas pasarnya ke seluruh Indonesia dengan menjual produk secara online dan melakukan pembayarannya.Dalam hal ini sehingga diperlukan kesiapan dari para pelaku usaha khususnya para sistem pemasaran yang berbasis online (e-commerce) atau yang paling sederhana adalah dengan menggunakan media sosial.

Dalam menyikapi hal ini tentunya tidak mudah, maka perlunya peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan bantuan kepada pengusaha UMKM di Aceh. Lalu jika dilihat dari sisi tantangan, soal kesiapan sumber daya manusia (SDM) tentunya saat ini masih banyak usaha kecil yang belum memanfaatkan internet dan perkembangan ekonomi digital.

Bahkan keadaan marketplace atau pasar online seperti shopee, lazada, bukalapak dan lainnya saat ini masih belum dapat dimanfaatkan oleh penggunaan kecil di Aceh. Hal ini dikarenakan, sistem pembayaran dan kases internet di beberapa daerah terpencil maupun tidak masih belum memadai.

Oleh karena itu, dalam kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam upaya memperlancarkan sistem pembayaran dan mendorong perubahan ekonomi di daerah yang tertinggal. Transformasi ekonomi digital tidak dibarengi dengan penyiapan SDM pelaku usaha lokal dan penyiapan infrastruktur seperti internet yang memadai. Hal ini dapat mempengaruhi di masa mendatang yang dapat merugikan pengusaha UMKM di Aceh.
Pemerintah harus terus mendukung, melatih, dan meningkatakan kesadaran para pelaku UMKM agar semakin sadar teknologi dan beradaptasi dengan transformasi ekonomi digital. Tentunya, pemerintah dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, untuk mengedukasi dunia usaha dan masyarakat tentang sistem pembayaran nontunai.

Berikut merupakan beberapa diantaranya manfaat dari ekonomi digital ialah sebagai. Ketersediaan informasi yang luas. Internet memberi kita lebih banyak informasi dan pilihan. Kita juga lebih mudah menemukan brand atau merek terbaik saat ingin membeli sesuatu yang diinginkan dan kita bisa membandingkan harga Antara toko online dan lainnya.

Lebih menghemat waktu

Internet juga dapat menghemat waktu jika kita tidak banyak waktu luang untuk berbelanja kebutuhan. Contohnya jika ingin belanja kebutuhan alat dapur tidak usah payah datang ke tokonya untuk membeli, dengan adanya internet juga bisa dapat berbelanja secara online. Pemesanan dan pembayaran juga bisa dilakukan dari rumah dan kita hanya tinggal menunggu saja.

Menghemat biaya

Dengan internet juga dapat membantu para pengusaha menghemat sewa gedung karena sebagian aktivitas dapat dilakukan melalui internet.
Menurunkan hambatan

Di beberapa sektor, ekonomi digital memudahkan perusahaan baru untuk memasuki pasar.
Kehadiran ekonomi digital telah melahirkan banyak layanan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, mulai dari layanan pengiriman bahan makanan hingga aplikasi kencan. Dibalik manfaat dari perkembangan ekonomi digital, berikut ada juga tantangan yang harus dihadapi di Era Ekonomi Digital.
Keamanan berinternet

Dalam keadaan berinternet Cyber Security tetap menjadi ancaman bagi sebagian besar penggunaan internet di Indonesia. Peningkatan keamanan diperlukan agar penggunaan internet dapat mengakses semua layanan ekonomi digital tanpa khawatir akan peretasan atau pencurian data. Sumber daya manusia yang kurang memadai. Tantangan berikutnya adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang menguasai aplikasi teknologi. Hal ini mungkin karena kurangnya peminatan atau litersi digital membuat banyak sector sulit masuk ke ranah digital.

Regulasi belum optimal

Saat ini regulasi yang masih belum optimal, hal ini menjadi tantangan bagai semua individu, organisasi atau pihak yang terlibat dalam semua kegiatan ekonomi. Agar semua aktivitas ekonomi digital berjalan lancar, perlu ada regulasi yang melindungi kepentingan penyedia layanan dan pengguna.(*)

(Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Aceh Mulai Beradaptasi dengan Artificial Intelligence?, https://aceh.tribunnews.com/2023/04/28/aceh-mulai-beradaptasi-dengan-artificial-intelligence.)

Leave a review

komentar

Reviews (0)

This article doesn't have any reviews yet.