Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Dampak Negatif Kehadiran Artificial Intelligence terhadap Kaum Muda

Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence telah menandakan betapa dunia sudah kian majunya. Dengan hadirnya AI, banyak kemudahan yang bisa dilakukan manusia dalam hidupnya....

― Advertisement ―

spot_img
BerandaIdeKetika Orang-Orang Muda Mengidap Penyakit Khas Orang Lanjut Usia

Ketika Orang-Orang Muda Mengidap Penyakit Khas Orang Lanjut Usia

Betapa miris melihat fenomena yang mulai berkembang dalam beberapa tahun belakangan. Banyak remaja dan pemuda menderita berbagai penyakit yang dahulunya hanya diderita orang-orang tua berumur 50 tahun ke atas. Ini mungkin terdengar seperti masalah orang per orang, padahal sejatinya merupakan problem sosial.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang ahli pengobatan tradisional yang sudah lebih dari satu dekade mengobati pasien penderita stroke. Beliau katakan, sebagian besar pasiennya justru orang-orang berumur 40 tahun ke bawah. Malahan, beberapa di antaranya berusia belasan.

Saya terkejut betul mendengar ada remaja baru berumur 18 tahun sudah mengalami stroke. Ada pula di rentang usia belasan yang menderita diabetes, asam urat, rematik. Penyakit-penyakit ini dahulunya kita ketahui diderita oleh orang-orang lanjut usia.
Apa penyebabnya?

Sambil memijat badan saya yang sudah berminggu-minggu pegal-pegal, si tabib pengobatan tradisional itu menjelaskan kepada saya bahwa hal yang membuat anak muda menderita “penyakit orang tua” tua adalah pola makan serta jenis makanan yang disantap secara rutin.

Para penderita diabetes yang kelak terserang strok dan berobat akupuntur di tempatnya adalah orang-orang yang setiap malam senantiasa mengonsumsi soda, makanan dengan pengawet. Setiap malam mereka minum bermacam produk minuman bersoda di waktu-waktu seharusnya sudah tidur malam. Mereka begadang dan makanan yang disantap tidak sehat.

Faktor itu ditambah lagi dengan kebiasaan tidak makan secara rutin. Oleh karena mereka begadang, secara otomatis mereka telat bangun tidur. Padahal tidur di pagi hari adalah aktivitas yang buruk bagi kesehatan. Dan karena telat bangun, jelas mereka tidak sarapan. Saat bangun, yang pertama disentuh adalah rokok, kemudian minuman dengan pemanis buatan serta pengawet. Akhirnya, anak-anak muda tersebut segera kemampuan badannya merosot seperti ornag lanjut usia. Penyakit pun berdatangan.

Faktor lain yang membuat pemuda mengalami diabetes atau strok adalah kemalasan berolah raga. Olah raga terbukti ampuh menyehatkan badan sehingga meregenerasi sel-sel dalam badan agar imunitas terjaga. Imun inilah yang akan membuat kita punya daya tahan tinggi dari penyakit, terutama penyakit khas orang dewasa. Banyak anak muda yang makan sembarangan, banyak minum soda, suka begadang, dan tidak mempedulikan olahraga menderita kolesterol. Dahulu, kolesterol kita dengar hanya terjadi pada orang-orang yang sudah 40-an. Sekarang generasi usia belasan tahun sudah menderitanya.
Lantas, apa dampak sosial dari hal tersebut? Dampaknya tentu ada, yakni meluasnya fenomena generasi muda yang tidak bugar. Pemuda dituntut bugar karena di usia produktifnya mereka masih punya kesempatan untuk melakukan banyak hal seperti mengembangkan karier, menyejahterakan keluarga, dan sebagainya.

Generasi muda yang berpenyakit juga berdampak pada kurang bermutunya peran mereka bagi negara. Hal ini jelas merugikan masa depan suatu bangsa. Sudah saatnya pemuda peduli dengan kesehatannya. Dan itu bisa dimulai dengan memperbaiki perilaku dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

Leave a review

komentar

Reviews (0)

This article doesn't have any reviews yet.