Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Pemuda Harus Peduli pada Kawasan Tanpa Rokok

Rasanya, sulit menemukan perkumpulan anak muda yang tidak ada perokok di dalamnya. Cuma sebagian kecil komunitas pemuda yang anggotanya tidak ada yang merokok. Pemandangan...

― Advertisement ―

spot_img
BerandaUncategorizedPemuda Harus Peduli pada Kawasan Tanpa Rokok

Pemuda Harus Peduli pada Kawasan Tanpa Rokok

Rasanya, sulit menemukan perkumpulan anak muda yang tidak ada perokok di dalamnya. Cuma sebagian kecil komunitas pemuda yang anggotanya tidak ada yang merokok. Pemandangan yang kita lihat di sekeliling adalah di mana pun ada kumpul-kumpul anak muda, di situ ada yang mengisap rokok.

Merokok jelas aktivitas yang merugikan kesehatan diri maupun orang lain yang terpapar asap rokok. Tidak adanya kesadaran akan hal ini jelas sesuatu yang memprihatinkan. Di kalangan pemuda, biasanya kita mendengar pembicaraan bahwa mereka merupakan generasi penerus dan pembela masyarakat. Akan tetapi, pada saat bersamaan mereka juga melakukan hal yang merusak kesehatan banyak orang dengan merokok di tempat umum.

Membuat pemuda yang sudah terlanjur merokok untuk berhenti tentu berat. Sulit menghencikan kecanduan pada nikotin. Namun, pemuda bisa diberikan kesadaran agar jangan merokok sembarangan. Tujuannya adalah mengurangi paparan asap rokok di ruang publik. Sebagai entitas yang mengaku peduli pada hak asasi orang lain, pemuda dapat disadarkan bahwa membuat orang lain terkena asap rokok sama dengan mencederai hak asasi orang-orang tersebut.

Para pemuda bisa diberi pemahaman bahwa ada area-area tertentu yang tidak boleh ada aktivitas merokok di situ. Area-area tersebut dinamakan dengan “Kawasan Tanpa Rokok”. KTR terdiri dari beberapa lokasi seperti halte bus, rumah sakit, sekolah, rumah ibadah, tempat wisata, fasilitas olahraga, dan ruang-ruang publik lainnya.

KTR dibuat untuk melindungi orang-orang, khususnya perempuan dan anak-anak, dari pengaruh buruk asap rokok. Mereka berhak atas udara yang bersih serta bernapas dengan nyaman ketika berada di ruang publik atau tempat-tempat yang telah ditetapkan pemerintah sebagai KTR.

Mungkin, pemuda boleh saja terus melanjutkan kebiasaan merokoknya. Hanya saja kebiasaan tersebut harus dikontrol dan dibatasi. Merokok boleh, tetapi jangan di tempat-tempat yang tergolong KTR. Di lokasi-lokasi KTR selalu terdapat sebuah stiker bertuliskan “Kawasan Tanpa Rokok” dan dibubuhi pula sanksi yang bisa diberikan kepada para pelanggar. Apabila pemuda melihat di tempat mereka duduk ada striker demikian, maka jangan merokok di situ. Merokoklah di tempat lain seperti warung kopi yang terbuka atau tempat yang tidak dikunjungi khalayak.

Pemuda wajib patuh pada regulasi KTR. Lebih dari itu, pemuda, bahkan yang merokok sekalipun, wajib melindungi KTR dari pelanggaran. Itu harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, yaitu dengan tidak merokok di KTR. Kemudian, barulah pemuda mengambil peran sebagai pelindung KTR dengan cara menegur, melarang, hingga melaporkan orang lain yang merokok di KTR.

Laporan terhadap pelanggaran di KTR bisa disampaikan langsung kepada pemerintah daerah setempat, yakni dengan memperilatkan bukti berupa foto orang yang merokok. Di beberapa kota, laporan bahkan sudah bisa disampaikan secara online.

Mekanisme laporan online itu bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone bernama “KTR Banda Aceh”. Setiap orang bisa men-download aplikasi tersebut di PlayStore. Cara melaporkannya pun tidak rumit. Pelapor cukup meng-upload foto orang yang melakukan pelanggaran, menyebut bentuk pelanggarannya, lalu mengirimkan.

Dengan adanya partisipasi anak muda untuk melindungi KTR, tentu banyak pihak akan terlindungi. Mengingat pula angka perekok terbanyak berasal dari kalangan pemuda itu sendiri. Melindungi KTR berarti melindungi hak kesehatan orang banyak.

Leave a review

komentar

Reviews (0)

This article doesn't have any reviews yet.