Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Perusahaan Franchise Dalam Perspektif Ekonomi Politik

Hai teman teman . Pada kali ini penulis akan membahas mengenai franchise atau waralaba. Sebelum menuju pembahasan yang lebih lanjut, sebaiknya kita mengenal terlebih...

― Advertisement ―

spot_img
BerandaPendapatPerusahaan Franchise Dalam Perspektif Ekonomi Politik

Perusahaan Franchise Dalam Perspektif Ekonomi Politik

Hai teman teman . Pada kali ini penulis akan membahas mengenai franchise atau waralaba. Sebelum menuju pembahasan yang lebih lanjut, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu usaha franchise? Kata franchise yang berasal dari bahasa Prancis kuno, “franchir”, yang memiliki arti “bebas”, maksud bebas disini ialah memberi kebebasan kepada semua pihak dalam hal bisnis. Jika dilihat secara umum konsep bisnis ini memberikan hak kebebasan kepada semua baik itu individu ataupun kelompok dalam hal memasarkan produknya yang mana produk tersebut bisa dalam berbentuk barang ataupun jasa.

Menurut Charles L. Vaughn franchise atau dalam bahasa Indonesia nya ialah waralaba sebagai aktivitas pemasaran hingga distribusi dimana dalam suatu perusahaan memberikan hak untuk menjalankan bisnis atau usaha dengan tempat tertentu terhadap individu atau perusahaan yang relatif kecil. Pengertian waralaba juga disebutkan dalam permendag No 71 tahun 2019 yaitu franchise atau waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh pihak lain.

Nah! Jika dari yang penulis lihat di kota Banda Aceh sendiri saat ini sudah banyak tersebar berbagai jenis usaha franchise, franchise sendiri mempunya dua jenis perusahaan yaitu perusahaan franchise luar negeri dan franchise dalam negeri. Pada kota Banda Aceh kedua jenis perusahaan franchise tersebut sudah tersedia baik menyediakan barang barang, produk makanan dan minuman (food beverage) dan lainnya. Yang paling banyak saat ini adalah Indomaret dan Alfamart. Kemudian juga restoran cepat saji yang banyak tersebar di beberapa wilayah kota Banda Aceh seperti KFC, richeese, AW, chatime, dan masih banyak lagi jenis franchise lainnya yang sudah ada saat ini.

Kemudian, apakah ada dampak dari adanya perusahaan perusahaan waralaba ini pada keadaan ekonomi yang ada di Banda Aceh? Dan bagaimana pandangan ekonomi politik melihat usaha usaha franchise yang terus berkembang di kota Banda Aceh.

Perusahaan franchise di Banda Aceh pastinya memberikan dampak bagi keadaan ekonomi Yang ada di kota tersebut, dengan terus berkembangnya bisnis waralaba yang ada di kota Banda Aceh banyak hal positif yang akan ada, contohnya seperti terciptanya lapangan pekerjaan, dengan adanya perkembangan usaha waralaba di daerah daerah Banda Aceh, pastinya pihak perusahaan akan semakin banyak membutuhkan karyawan untuk di rekrut dalam perusahaannya, dan hal itu pastinya akan menguntungkan bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, maka dari itu dengan ada nya perusahaan waralaba ini akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di kota Banda Aceh.

Dampak positif lainnya yang ditimbulkan dari adanya perusahaan waralaba ini ialah meningkatnya pendapatan masyarakat, dengan gaya hidup masyarakat modern yang konsumtif pastinya akan membuat usaha waralaba ini tumbuh subur di daerah, dan karena hal tersebut pula akan menyebabkan pendapatan para karyawan yang bekerja pada perusahaan perusahaan waralaba ini akan meningkat.

Selanjutnya ialah, banyak nya inovasi terbaru dalam hal bisnis, dengan semakin banyak nya usaha usaha baru dan modern, mendorong para pemilik modal khususnya yang ada di Banda Aceh memutar otak untuk berinovasi dalam hal bisnis mereka, karena semakin banyak produk dan jasa yang baru dan inovatif maka semakin ketat pula persaingan bisnis.
Kemudian meningkatnya perekonomian, tidak dapat kita pungkiri dengan adanya franchise franchise di daerah termasuk di wilayah kota Banda Aceh, sangat membantu perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Dengan ada nya bisnis franchise ini memberikan manfaat sosial dan juga efek sosial dalam hal pertumbuhan ekonomi rakyat, peran swasta sangat lah dibutuhkan dalam perkembangan ekonomi di suatu wilayah, dengan adanya peran swasta tersebut akan menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang baik.
Peningkatan pemakaian bahan baku lokal merupakan salah satu dampak positif dari ada nya franchise ini. Apa bila usaha usaha waralaba tersebut membeli bahan baku lokal hal itu pastinya akan sangat menguntungkan bagi masyarakat yang menjual barang baku lokal dan membantu perekonomian warga lokal tersebut. Dan juga akan menguntungkan bagi pihak perusahaan yang membeli bahan baku dari masyarakat sekitar yang akan membuat citra perusahaan menjadi positif di mata masyarakat yang merasakan dampak positif dari bisnis tersebut.

Di atas tadi penulis tadi sudah menyebutkan dampak dampak positif dari kegiatan bisnis usaha franchise, selanjutnya penulis akan membahas dampak negatif yang ditimbulkan dari usaha waralaba ini. Salah satu dampak negatif nya yaitu menurunnya omset penjualan bagi usah usaha kecil tradisional atau yang bukan usaha waralaba. Hal ini menyebabkan ketimpangan semakin terlihatnya ketimpangan ekonomi antara usaha usaha waralaba dan usaha kecil milik masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat yang hidup diperkotaan lebih mementingkan kenyamanan dan keamanan, biasanya lebih memilih berbelanja di tempat yang sudah terjamin kenyamanan dan keamanannya seperti yang sudah tersedia di usaha franchise, sedangkan usaha usaha kecil masih belum terjamin kenyamanannya jika masyarakat ingin berbelanja di toko toko biasa tersebut. Dan hal itu dapat menyebabkan kecemburuan sosial bagi pengusaha kecil terhadap usaha usaha franchise.

Lalu bagaimana perspektif ekonomi politik melihat berbagai macam usaha waralaba ini terus menjamur di kota Banda Aceh ?.jika dilihat dalam perspektif ekonomi politik, franchise atau waralaba ini merupakan salah satu produk dari adanya sistem kapitalis, yang mana pada sistem tersebut dijelaskan bahwa pemilik modal lah yang memegang kekuasaan disuatu wilayah, dan bentuk dari pasar sistem kapitalis ini adalah pasar bebas, dimana biasanya yang memegang kekuasaan pada pasar ialah individu atau kelompok yang memiliki modal yang besar. Dengan kata lain akan ada kesenjangan disini antara pemilik modal besar dan pemilik modal kecil.

Di kota Banda Aceh hal itu dapat kita lihat perbandingannya antara usaha usaha franchisor dengan usaha usaha kecil menengah, yang mana masyarakat perkotaan biasanya akan memilih berbelanja di tempat yang di anggap lebih nyaman walaupun biasanya dengan harga yang cukup berbeda perbandingannya dengan harga yang ada di pasar. Dan biasanya para franchisor ini menawarkan barang yang kualitasnya sudah terjamin.
Maka dari itu, di perlukan peran pemerintah agar meminimalisir ketimpangan antara usaha usaha franchise dan usaha kecil menengah yang ada di Banda Aceh. Memang ada nya sistem kapitalis dan usaha waralaba tersebut menciptakan perubahan yang signifikan pada perekonomian daerah Banda Aceh, namun di khawatirkanhal tersebut dapat mematikan usaha usaha kecil menengah. Agar hal tersebut tidak terjadi maka, pemerintah bisa melakukan kerja sama antara pihak swasta dan juga masyarakat yang memiliki usaha kecil menengah, dan pemerintah juga sudah seharusnya mendukung UMKM masyarakat kota Banda Aceh agar dapat bersaing pada pasar nya.

(Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dampak Globalisasi Terhadap Kesenjangan Ekonomi dan Polarisasi Politik, https://aceh.tribunnews.com/2023/04/19/dampak-globalisasi-terhadap-kesenjangan-ekonomi-dan-polarisasi-politik?page=3.)

Leave a review

komentar

Reviews (0)

This article doesn't have any reviews yet.